Hikmah dibalik Tahun Baru ISLAM


1 muharrom banyak yang tidak dimengerti oleh umat Islam, kenepa tahun baru islam dimulai dari Hijriyah?? bukan pada ketika beliau lahir? atau ketika diangkat menjadi rosul, atau ketika wafat??? kenapa harus hijrah?????? yang depakati oleh para sahabat dan sampai hari ini tidak ada perubahan????

 PENETAPAN INI  emang terjadi pada masa ke khalifaan umar bin khattob. diriwayatkan dari al-hakim dari al-sya'bi bahwa abu musa mengirim surat kepada khalifah umar bin khattob, menyebutkan telah datang surat dari umar, tapi tidak dituliskan tanggal dan tahunnya. kemudian umar mengumpulkan para sahabatuntuk membahas masalah itu.

sebagaian dari mereka mengusulkan memulai penanggalan dari masa kenabian,sebagian yang lain mulai dari hijroh. umar berkata "hijrah telah memisahkan hak dan batil, mulailah penanggalan dari hijrah. " dan itu terjadi pada tahun ke 17 hijriyah, ketika mera sepakat, sebagian dari mereka mengusulkan dari romadhan.

mulailah dari muharroh karena waktu itulah jamaah haji pulang dari haji mereka, maka sepakatlah mereka . dan sebanenarnya masih banyak lagi riwayat yang menyebutkan, penetapan dimulai dari masa ke khalifaan umar. penetapan muharrom sebagai permulaan kalender karena ia bulan harom (mulia) dan bulan pulangnya jamaah haji ke negeri mereka.

muharroh juga dinilai sebagai bulan awal munculnya semangat berhijrah dari kalangan sahabatsetelah sebagian penduduk madinah berbaiat atau bersumpah janji setia pada nabi pada waktu haji. Alasan para sahabat memilih peristiwa hijrahnya nabi sebagai awal penanggalan dalam Islam adalah pertama, peristiwa hijrah merupakan momentum pembeda anatara hak dan batil.

alasan kedua, Islam agama prinsip, bukan agama individu, jadi sistem penanggalan Islamtidak dikaitkan hari kelahiran dan kematian rosulullah. itulah yang dipahami para sahabatbahwa islam merupakan risalah kemanusiaan yang universal. bukan risalah invidu dari hamba Allah SWT. hal ini dijelaskan dalam surat ali imron ayat 144.

sedangkan alasan ketiga, hijrah merupakan gerak kebersamaan yang melibatkan umat Isla. Rosulullah dan keluarganay, para sahabat, baik yang miskin maupun yang kaya, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. mereka sama dihadapan Allah bergantung pada niat dan ketakwaan masing-masing. Wallahu a'alam bissowaf...

sekarang kita bagaimana mengaplikasikan momentum hijrah itu di era moderan yang mendekati kiamat ini????? jawaban ada pada diri anada?????

(sofyan amarta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar